Sambutan Ketua AIPI

 
Prof. Sangkot Marzuki

Profesor Sangkot Marzuki,
Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia

Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang kesehatan, termasuk dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data Millenium Development Goals (MDGs) pada 2015, tercatat sedikitnya 40 ibu di Indonesia meninggal karena melahirkan, setiap hari. Catatan ini tentu tak menggembirakan, terutama bagi Indonesia yang sudah masuk dalam kelompok G20, yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Terlebih usaha untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi sudah dilakukan sejak lama.

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sebagai lembaga mandiri yang dibentuk melalui Undang-undang No.8 Tahun 1990 mengemban amanah untuk memberikan advokasi ilmiah dan pertimbangan untuk dasar kebijakan berbasis bukti. Oleh sebab itu, pada 2013, AIPI dan US National Academy of Science menyusun laporan bersama yang bertajuk Reducing Maternal and Neonatal Mortality in Indonesia. Laporan tersebut menemukan bahwa Indonesia kekurangan data dan informasi yang valid tentang kematian ibu dan bayi selama beberapa dekade.

Sebagai tindak lanjut terhadap laporan tersebut, AIPI dengan dukungan dari USAID kini mengimplementasikan program “Evidence Summit on Reducing Maternal and Neonatal Mortality in Indonesia” sejak Juli 2016 hingga Desember 2017. Melalui program ini kami berupaya mengumpulkan berbagai literatur, menggali pengalaman dan berbagai praktik baik di lapangan, untuk mencari tahu apa yang terjadi di Indonesia selama beberapa dekade ke belakang. Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat mendukung pemerintah Indonesia serta pemangku kepentingan pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam mengatasi persoalan kematian ibu dan bayi.

 

Profesor Sangkot Marzuki

Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia