Pemangku Kepentingan

Pemangku kepentingan ES, yang juga merupakan mitra AIPI, berperan penting dalam pencapaian tujuan ES, yaitu memperkaya bukti ilmiah dan praktik baik program untuk peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Para pemangku kepentingan juga menjamin kesinambungan hasil ES, terutama yang terkait dengan implementasi rekomendasi kebijakan agar disusun berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang terjaring.

Untuk itu, pemangku kepentingan diharapkan memberikan kontribusi sebagai berikut:

  1. Memberikan sumber literatur ilmiah maupun praktik baik program yang selaras dengan area topik dan pertanyaan kunci yang menjadi fokus ES.
  2. Memberikan masukan terhadap capaian ES Tahap I dan rencana ES Tahap II. Pada Tahap II akan dilakukan kunjungan lapangan untuk mengonfirmasikan hasil telaah sistematis dan mendapatkan masukan mengenai praktik baik program untuk peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
  3. Memberikan masukan terhadap pemetaan peran pemangku kepentingan.

PEMANGKU KEPENTINGAN UTAMA EVIDENCE SUMMIT AIPI

Kementerian Kesehatan:
  1. Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
  2. Kepala Badan Penelitian dan Pegembangan Kesehatan
  3. Direktur Kesehatan Keluarga
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan

Kementerian Dalam Negeri

Kepala Badan Penelitian dan Pegembangan Dalam Negeri

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko

Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan
  1. Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI)
  2. Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)
  3. Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)
  4. Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI)
Organisasi Profesi Kesehatan
  1. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
  2. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
  3. Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)
  4. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
  5. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
  6. Ketua Perkumpulan Obstetri dan GInekologi Indonesia (POGI)
Kelompok Donor
  1. Perwakilan USAID Indonesia
  2. National Project Officer dari Maternal and Child Health Program USAID
  3. Kepala Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia di Indonesia
  4. Ahli Kesehatan Senior dari Bank Dunia Indonesia
WHO Indonesia
  1. Direktur Kesehatan Ibu dan Reproduksi
  2. National Project Officer untuk Kesehatan Ibu dan Reproduksi
  3. National Project Officer untuk Kesehatan Anak
UNFPA Indonesia
  1. National Project Officer untuk Gender
  2. National Project Officer untuk Kesehatan Reproduksi
UNICEF Indonesia

Ahli Kesehatan Ibu dan Anak

Non-government organizations
  1. Project Officer dari International Development Groups–University Research Co. LLC
  2. Ketua Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak–GKIA
  3. Ketua PKU Muhammadiyah
  4. Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)
  5. Direktur Save The Children
  6. Direktur Wahana Visi Indonesia
  7. Direktur Johns Hopkins Center for Communication Programs (CCP)
  8. Indonesian Young Health Professionals’ Society (IYHPS)
Pusat Penelitian dan Pengembangan
  1. Perwakilan Indonesia dari J-PAL (Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab)
  2. Direktur Women Research Institute (WRI)