Berbagai Kalangan Turun Tangan untuk Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Jakarta-Usaha menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir terus dilakukan berbagai kalangan di Indonesia. Tim Evidence Summit on Reducing Maternal and Neonatal Mortality in Indonesia yang dimotori oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia kembali menggelar pertemuan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan ibu dan bayi pada 18 Mei 2017.

Forum tersebut dihadiri perwakilan dari institusi pemerintah, lembaga penelitian dan pengembangan, asosiasi pendidikan tinggi kesehatan, organisasi profesi kesehatan, donor, dan lembaga swadaya masyarakat.

“Bukti-bukti yang terkumpul melalui Evidence Summit diharapkan dapat ditranslasikan menjadi kebijakan dengan metode yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.” ujar Convener tim Evidence Summit on Reducing Maternal and Neonatal Mortality in Indonesia, Prof. Akmal Taher, yang juga merupakan anggota Komisi Ilmu Kedokteran AIPI. Sepuluh narasumber dari berbagai institusi turut menyampaikan hasil kajian dan praktik baik yang mereka lakukan di bidang kesehatan ibu dan bayi, di antaranya dari Bank Dunia, Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), Badan Kesehatan Dunia (WHO), BPJS Kesehatan, PEER Health, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Lihat laporan lengkap tentang Forum Pemangku Kepentingan II dengan mengunduh:

Newsletter Evidence Summit on Reducing Maternal and Neonatal Mortality in Indonesia.